Cari

Quick Info

WATCH_DOGS 2 banyak menuai pujian, terutama di PC mengingat optimasi yang bagus yang dibawanya. Tentu ini menjadi angin segar bagi PC gamer ketika di beberapa waktu lalu terdapat beberapa game level AAA yang memiliki optimasi buruk ketika diluncurkan.
Semoga apa yang dilakukan WD2 menjadi tren di PC gaming tahun depan :)

07 Agustus 2013

Lakukan Ini Sebelum Berbelanja

Di sela-sela liburan saya, ada banyak hal yang saya lakukan. Selain menjadi supir pribadi untuk mama saya, saya juga mencoba membuat beberapa game sederhana berbasis Java, dan mengumpulkan niat untuk mengisi kembali blog saya yang sempat saya abaikan. Dan kali ini, saya ingin berbagi mengenai apa saja yang sebaiknya Anda lakukan jika ingin membeli sesuatu, khususnya gadget.
Siapa sih yang ga ingin memiliki gadget baru? Salah satu kendalanya, selain kurangnya dana, adalah kurangnya informasi terhadap apa yang ingin dibeli. Singkatnya, masih buta terhadap apa yang ingin dibeli. Pada akhirnya, ketidakpuasan yang menghantui keputusan Anda.

Tips yang akan saya bagikan ini berasal dari pengalaman saya, dan bisa dicoba terapkan untuk semua hal yang tidak memakan uang yang sedikit. Apa salahnya melakukan hal-hal ini daripada merugi lebih banyak.
OK, langsung aja, yang pertama adalah tetapkan budget. Ini merupakan langkah fundamental dan sangat penting. Budget adalah filter pertama dalam mencari sesuatu. Misalkan kita memiliki dana 2 juta, kita tentu tidak akan membuang waktu kita dengan memilah barang-barang seharga di atas 2 juta. Usahakan budget yang kita alokasikan adalah yang sudah milik kita, bukan merupakan pinjaman. Pengecualian bisa terjadi jika yang mau dibeli adalah benda produktif, misalkan kulkas untuk usaha minuman, PC untuk usaha warnet, dll. Namun, jika untuk konsumsi pribadi semisal smartphone, alangkah tidak bijaknya jika memaksakan diri dengan berhutang.

Langkah kedua adalah lakukan survey sedalam mungkin terhadap target Anda. Jangan malas, karena ini adalah langkah kunci. Adapun yang harus Anda dapatkan di akhir survey adalah setidaknya hal-hal berikut :
  1. Harga barang, usahakan berada di posisi maksimal 95% dari total budget yang tersedia, untuk mengantisipasi fluktuasi harga. Harga barang bisa didapat dari kunjungan ke beberapa toko online, atau bisa sekadar bertanya ke toko sekitar Anda.
  2. Spesifikasi yang detail dari barang. Ini penting agar Anda hanya membayar apa yang Anda pakai. Contoh paling banyak terjadi adalah di sektor smartphone, di mana orang-orang membeli perangkat yang didukung prosesor quad core, namun dalam pemakaiannya perangkat tadi hanya dipakai untuk menjalankan app ringan yang masih lancar sekalipun dijalankan di perangkat berprosesor dual atau single core. Dan jangan lupa untuk selalu mencari tahu penggunaan power-nya, biasa diukur dalam Watt untuk perangkat elektronik (TV, audio video, home appliance), dan jarak tempuh per liter untuk kendaraan. Untuk perangkat mobile seperti hand phone, laptop, atau tablet, perhatikan besaran baterai yang dipakai. Jika Anda tidak familiar terhadap spesifikasi dan semacamnya, Anda dapat meminta bantuan yang lebih ahli.
  3. Cari tahu reputasi pabrikan pembuat, dan bagaimana track record barang-barang buatan pabrikan tersebut sebelumnya. Nah, di sini nama besar biasanya menjadi jaminan. Namun, ada rupa ada barang. Bagi yang memiliki dana terbatas, bisa melirik pabrikan alternatif yang tidak memiliki nama besar, namun memiliki track record yang acceptable. Hal-hal semacam ini bisa kita ketahui dari internet, atau tanyakan langsung pada teman atau saudara Anda yang pernah memakai barang dari pabrikan yang sama dengan produk yang ingin Anda beli. Membeli produk dari pabrikan yang tidak punya track record sama sekali tidak disarankan karena bisa saja produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang tidak sesuai keinginan Anda. Hal ini sering terjadi di sektor powerbank, di mana banyak bermunculan merk-merk yang sangat asing di telinga kita, sehingga jika kita salah pilih, bisa merugikan kita sendiri sebagai pembeli.
  4. Cari tahu kualitas layanan after sales. Hal ini mencakup apa saja yang dilindungi oleh garansi, berapa lama garansi, apakah service center-nya dekat dengan domisili Anda, dll. Akan lebih baik lagi jika Anda membeli barang yang memiliki kebijakan garansi one to one replacement. Cari tahu juga bagaimana tanggapan pengguna lain. Misalkan ada produk yang menawarkan garansi one to one replacement namun ketika diklaim harus melalui proses yang ribet dan lama. Atau yang bergaransi bertahun-tahun namun klaimnya harus ke luar negeri.

      Langkah ketiga, setelah data survey lengkap didapat, cari tahu lokasi pembelian yang Anda suka. Parameter “suka” di sini bervariasi, apakah karena tempatnya nyaman / dekat rumah, harganya paling murah dibanding tempat lain, atau menawarkan transaksi secara online. Untuk yang online, selalu cari cara pembayaran yang paling aman. Jika bisa COD, manfaatkan saja demi mengurangi resiko penipuan. Namun, yang paling bijak ya menghindari pembelian secara online yang terkesan “membeli kucing dalam karung”, khususnya untuk gadget atau komputer. Jadi, Anda bisa puas mencoba secara langsung sebelum membeli.
      
      Langkah keempat, buat back up plan. Maksudnya, rencana yang akan dijalankan jika produk utama yang diinginkan tidak ada atau tidak sesuai harapan ketika melihat fisiknya langsung. Rencana bisa berupa mengurungkan niat membeli, untuk menunggu produk lain dirilis, atau mencari produk alternatif. Jika memilih menyiapkan produk alternatif, jangan lupa di-survey juga seperti yang tertera di langkah kedua. Jadinya, Anda siap ke toko dengan modal informasi mengenai lebih dari satu produk yang akan Anda beli, sebagai langkah preventif jika produk utama tidak jadi dibeli karena berbagai alasan. Misalnya, Anda ingin membeli sebuah tablet. Anda begitu yakin dengan pilihan Anda (tablet A), namun Anda juga menyiapkan tablet lain (tablet B) yang spesifikasi dan harganya tidak berbeda jauh dengan pilihan utama Anda. Nah, jika saat melakukan uji coba langsung pada tablet A, Anda merasa tidak begitu nyaman, atau alasan lainnya. Nah, Anda dapat langsung beralih pada tablet B.
      
     Semakin banyak produk alternatif, memang semakin banyak yang harus Anda siapkan. Namun, akan semakin memudahkan Anda ketika hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
     
      Langkah kelima, hanya jika Anda membeli di tempat, yaitu melakukan testing langsung pada barang yang akan Anda beli. Anda bisa mencari di internet atau bertanya pada teman tentang apa saja yang harus dites sebelum memutuskan untuk membeli. Atau tentu saja, Anda dapat meminta bantuan teman Anda yang lebih ahli untuk mengetes barang tersebut untuk Anda. Misalnya Anda ingin membeli laptop. Jika Anda tidak begitu mengetahui seluk beluk komputer, Anda disarankan mengajak teman Anda yang lebih ahli agar Anda tidak membeli laptop yang cacat produksi. Walau bisa klaim garansi, lebih baik langsung mendapat yang bagus, kan? Dan satu tips dalam testing, jangan mau termakan omongan penjual, karena biasanya disisipi “rayuan” agar Anda membeli barang yang dia jual. 
Posting Komentar