Cari

Quick Info

WATCH_DOGS 2 banyak menuai pujian, terutama di PC mengingat optimasi yang bagus yang dibawanya. Tentu ini menjadi angin segar bagi PC gamer ketika di beberapa waktu lalu terdapat beberapa game level AAA yang memiliki optimasi buruk ketika diluncurkan.
Semoga apa yang dilakukan WD2 menjadi tren di PC gaming tahun depan :)

13 Desember 2014

Keyboard Mekanik Pertamaku : Ducky Zero TKL DK2087

Somehow, kini saya telah berada di semester VII perkualiahan. Berhubung banyak waktu kosong, saya mengisinya dengan kerja sampingan. Alhamdulillah, ada penghasilan tambahan, yang lebih dari cukup untuk memenuhi hasrat dan hobi di bidang komputer. Salah satunya dengan membeli keyboard mekanik.

Well, ada beberapa perbedaan signifikan antara keyboard biasa dan keyboard mekanik. Keyboard yang saya pakai sebelumnya, Logitech K100, merupakan tipe keyboard membran. Tipe switch ini memiliki ketahanan yang kecil (kurang tahan lama), dan memiliki efek ghosting. Secara lebih jelas, mungkin Anda perlu melihat referensi luar mengenai perbedaan keyboard tipe membrane dome dengan tipe mekanik. Dua hal yang saya suka dari keyboard lama saya adalah konektor yang digunakan (PS2, lumayan untuk menghemat satu slot USB), dan harganya yang terjangkau (sekitar Rp 88.000).

Keyboard yang lama
OK, pindah ke keyboard baru saya. Yeay! Tipe ini mekanik, jadi harganya pasti jauh lebih mahal dibanding keyboard lama saya. Keyboard ini bernama Ducky Zero TKL. Well, awalnya saya mengincar CM Storm QuickFire Rapid. Sayangnya, keberadaan barang tersebut sudah tergantikan oleh QuickFire Rapid-i. Kenapa tidak membeli Rapid-i? Harganya itu, mencapai kisaran Rp 1,4 juta. Rapid sendiri berada di kisaran Rp 860.000. Setelah keliling beberapa toko di Mangga Dua, maka saya putuskan mengalihkan sasaran ke Ducky Zero TKL.
Kemasan Ducky Zero TKL
TKL berarti TenKeyLess. Atau, keyboard berukuran compact, yaitu yang memiliki layout seperti di laptop 14 inci ke bawah. Alias tanpa numpad. Well, pemotongan numpad berarti pengurangan biaya, yang berarti harganya menjadi lebih murah. Keyboard ini tampil minimalis : tanpa numpad, tanpa backlit, tanpa makro. Well, saya rela kehilangan itu semua jika melihat harga yang ditawarkan.

Sebenarnya produk ini memiliki 3 tipe switch. Kesemuanya Cherry MX, yaitu Brown, Black, dan Blue. Nah, saya memilih yang Blue, mengingat Blue merupakan tactile-based dengan bunyi klik yang nyaring. Bagi beberapa orang, Brown merupakan pilihan terbaik mengingat kenyamanan all around baik untuk gaming atau mengetik. Namun, minusnya suara ‘klik’ menjadi minus sendiri bagi saya. Saya begitu menyukai suara tersebut, karena benar-benar terasa berbeda dengan keyboard biasa.
Cherry MX Blue
Walau TKL, namun keyboard ini berbobot 1,2 kg. Berat juga, gumam saya ketika membawanya di tas. Ini berimbas pada keyboard yang kokoh dan statis dalam penggunaan, sehingga posisinya hampir tidak bergerak ketika digunakan. Terdapat rubber band di bawahnya, dan tentu saja sandaran untuk memberikan pengalaman mengetik yang lebih maksimal. Sayangnya, keyboard ini tidak menyediakan palm rest.

Fokus ke fitur tambahan, terdapat tombol function di keyboard ini. F1-F3 digunakan untuk mengatur repeat delay time, F5-F7 untuk mengatur repeat rate, F10 untuk mengunci tombol Windows, dan F12 untuk N-Key Rollover via USB. Dua fungsi pertama masih belum saya mengerti. Sedangkan fungsi terakhir berguna untuk mengaktifkan anti-ghosting. Jika fitur ini dinonaktifkan, maka secara default yang aktif adalah 6-key rollover, yang artinya keyboard hanya dapat mendaftarkan 6 tombol yang ditekan secara bersamaan. Menariknya, di seluruh tombol fungsi di atas, terdapat LED indicator untuk menandakan apakah fungsi itu sedang digunakan. Tombol Caps Lock dan ScrLk juga mendapat perlakuan yang sama.
Indikator LED berwarna biru. Sweet!
Selain itu, tombol fungsi juga dapat digunakan untuk mengatur volume suara, apakah mute, increase, atau decrease. Kombinasi yang digunakan adalah tombol Fn + salah satu antara Del, End, dan PgDn. Keberadaan tombol Fn dan volume control yang cukup dekat membuat akses ke fungsi tersebut dapat dilakukan oleh satu tangan.
Ada petunjuk tambahan jika ditekan berbarengan dengan tombol Fn
Beralih ke kelengkapan, keyboard ini cukup minimalis. Terdapat buku panduan yang bentuknya unik. Awalnya saya mengira itu adalah stiker. Oh silly me hahaha. Selain manual, ada keycap puller dengan bentuk khas Ducky Zero, keycap replacement untuk WASD (berwarna merah muda, hahaha), dan pelindung keyboard untuk melindungi keyboard dari debu ketika sedang tidak digunakan. Sangat disayangkan keyboard ini tidak dilengkapi dengan konverter dari USB ke PS2.
Perlengkapan yang disediakan
Keycap puller yang 'Ducky' banget
Keycap WASD harus tampil beda :D
Mengenai kabel yang digunakan, kualitasnya tergolong biasa saja. Kabelnya tidak bisa dilepas, tidak braided, dan ujung USB-nya belum gold-plated. Panjangnya sekitar 1,2 meter kalau saya tidak salah. Yang saya suka dari kabelnya adalah ketebalannya yang cukup baik, sehingga tidak cukup khawatir mudah rusak.

Berbicara mengenai kenyamanan dalam mengetik, saya belum dapat berbicara banyak. Masih terdapat beberapa kesalahan ketik. Ini wajar, mengingat saya masih belum terbiasa. Penekanan tombol juga masih mencapai dasar, padahal switch Blue memilikii actuation distance 2 mm, atau setengah dari jarak ke dasar. Mungkin setelah beberapa hari menggunakannya, saya akan merasakan manfaat maksimal dari keyboard mekanik.

Sejauh ini, saya cukup puas dengan keyboard ini. Singkatnya, untuk harganya yang “hanya” Rp 770.00, money well spent menurut saya. Untuk Anda yang ingin membeli keyboard membran seharga Rp 500.000 ke atas, lebih baik Anda menundanya dan menabung lagi. Walau bagaimana bagusnya keyboard membran, keyboard mekanik akan memberikan pengalaman yang lebih baik. Awalnya saya merasa perkataan “sekali Anda mencoba keyboard mekanik, Anda tidak akan mau kembali menggunakan keyboard membran” terlalu berlebihan. Namun, setelah saya menggunakannya sendiri, saya mengakui perkataan itu benar adanya!
Bukti keaslian produk




Poskan Komentar