Cari

Quick Info

WATCH_DOGS 2 banyak menuai pujian, terutama di PC mengingat optimasi yang bagus yang dibawanya. Tentu ini menjadi angin segar bagi PC gamer ketika di beberapa waktu lalu terdapat beberapa game level AAA yang memiliki optimasi buruk ketika diluncurkan.
Semoga apa yang dilakukan WD2 menjadi tren di PC gaming tahun depan :)

17 Juli 2011

Tips Memilih Tablet (bag. 1)


Tablet PC atau disingkat tablet lagi booming sekarang. Namun, ternyata udah dari dulu tablet muncul. Dulu, tablet ga begitu populer karena masih begitu sulit digunakan. Maklum aja, dulu tablet hadir berbasiskan Windows XP. Kan ada tuh Windows XP tablet edition. Tapi, karena susah dipakai, jadi ga banyak yang pakai.
Namun, munculnya iPad sangat menggemparkan semuanya (kayaknya gitu sih). Tablet mulai digemari, dan langsung booming. Berbagai varian pun dibuat. Nah, jika kamu ingin membeli tablet, ada sedikit saran agar nanti kamu ga nyesal dan tepat dalam menentukan keputusan.
Kali ini, hanya ada satu hal yang akan dibahas, yaitu OS. Ya, sistem operasi tablet itu. Di pasaran, ada sekitar 5 sistem operasi tablet. Pertama, tentu saja iOS yang dipakai oleh iPad dan iPad 2. Kedua, yang lagi naik daun, Google Android. Ketiga, Windows 7 yang dipakai oleh beberapa tablet, juga webOS besutan HP, dan yang terakhir PlayBook OS untuk Playbook.
Kelimanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jika kamu ingin yang bernama, tentu dua nama patut dimunculkan, yaitu iPad dan Playbook. Keduanya disokong OS buatan pabrikan yang sama dengan pembuat perangkatnya. Gini loh. Jadi, Apple itu membuat iOS dan memproduksi iPad. Dengan begitu, kontrol bisa maksimum, sehingga kesalahan bisa tereduksi. Dan tentunya pasangan OS dan perangkat menjadi klop. Begitu juga dengan Playbook.
Sayang, mereka tidak menyertakan varian yang banyak. iPad hanya ada 2 jenis (iPad dan iPad 2). Playbook malah hanya sendirian. Walau begitu, kekuatan nama Apple bisa diadu. Bagaimana prestise-nya perangkat Apple, sudah menjadi rahasia umum.  Ditambah lagi dengan dukungan App Store yang menjual ratusan ribu app, dan tren makin banyaknya developer yang mengembangkan aplikasi iPad, tentu menjadi keunggulan iPad lainnya. Belum lagi UI-nya yang cantik dan mudah digunakan. iPad menunjukkan bagaimana tablet sebenarnya; kemampuan yang hampir mendekati PC namun dengan kemudahan sebuah hand phone.
Bagaimana dengan Playbook? Playbook memberikan performa yang baik sekali, dengan fitur unggulan “True Multitasking” dimana app bisa berjalan di background. Begini, misalnya kita lagi browsing, halaman yang kita buka lagi di-load, di saat yang sama kita mainkan video, dan kini kita mengetik, maka saat mengetik itu, proses load situs dan video tetap berjalan. Playbook juga merupakan pendamping serasi buat BlackBerry. Tentu produk yang menyenangkan buat BB lover, kan? Ditambah lagi dengan performa yang yahud. Selain itu, walau App Store-nya masih sedikit, namun Playbook mampu menjalankan aplikasi Android! Nah lho!
Berpindah ke penantang serius, Android. Munculnya Android 3.0 aka Honeycomb, membuat persaingan makin panas. Honeycomb kini mendukung resolusi layar tinggi (1280x800), dan dikhususkan buat tablet. Buat Android, akan kita bahas di edisi kedua (sabar ya). Tapi buat sekilas, saya katakan Android memiliki banyak sekali varian (mengingatkan saya akan Windows, OS nya satu tapi vendor atau pembuat perangkatnya beragam). Namun, keberagamannya bisa menjadi bumerang, karena semua tablet Android berada di level kualitas yang berbeda-beda. Oh ya, Android Market menjadi senjata ampuh buat melawan kompetitor.
Lalu ada webOS dan Windows 7. Buat Win 7, harga masih mahal, karena belum bisa dikemas dalam dimensi kecil, sehingga hanya ada dalam tablet 10 inch ke atas. Besarnya dimensi, membuat layar makin besar, sehingga mahal. Dan prosesor yang dipakai beda sendiri dari 4 kompetitor, karena memakai prosesor x86, bukan ARM. Jadi, ga beda dengan netbook. Bedanya, full touch screen dan lebih mahal, tentu dengan performa yang sama saja. Alangkah baiknya membeli notebook saja, karena dengan uang yang sama bisa mendapat notebook dengan performa yang lebih tinggi. Jika sudah jatuh cinta dengan Windows, tunggu saja Windows 8 yang dirancang untuk mendukung prosesor ARM dan UI serupa Windows Phone yang ramah sentuhan.
webOS sendiri masih muda, masih diinstal dalam sedikit perangkat, dan dukungan app yang masih sedikit.
Apapun itu, pilihan ada di tangan kamu!
Poskan Komentar